Tampilkan postingan dengan label Sistem Terdistribusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Terdistribusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

File Services

Operasi pada File
• Membuat ( Create )
  • Menemukan free space
  • Entry baru dibuat dalam tabel direktori yang mencatat nama dan lokasi
  • Ukuran yang diinisialisasi 0
• Menulis ( Write )
  • OS melihat ke direktori untuk mencari lokasinya dalam disk
  • Melakukan transfer dari memori ke lokasi dalam disk (suatu pointer digunakan sebagai penunjuk lokasi penulisan berikutnya)
  • Entry dalam direktori di update
 • Membaca ( Read )
  • OS melakukan hal yang sama dengan penulisan file kecuali operasinya membaca dari lokasi dalam disk ke dalam memori
• Menghapus
  • OS melihat ke direktori mencari entry dengan nama yang dimaksud
  • Membebaskan space yang teralokasi
  • Menghapus entry
• Reposition dalam file
  • OS melihat ke direktori untuk mencari entry yang dimaksud,
  • Pointer di set dengan harga (lokasi) tertentu yang diberikan• Menghapus dengan menyisakan atribut ( Truncate )
  • sama dengan menghapus file kecuali entry tidak dihapuskan tapi ukuran file diisi 0
Contoh Tipe File


Bagian pertama, Boby Dwi Cahyo
Bagian kedua, Bundan Karimdijaya
Bagian ketiga, Damar Sekarjaya
Bagian keempat, Elvin Eka Aprilian
Bagian kelima, Hadi Saputra
Bagian Keenam, Irham Hidayat

Referensi
1. http://ku2harlis.wordpress.com/file-service ( Tanggal akses 23-4-2013 )
2. http://www.slideshare.net/fHEyb24/sister-010-file-service ( Tanggal akses 23-4-2013 )
3. http://naeli.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8590/File+Service.pdf ( Tanggal akses 23-4-2013 )
4. Ayu Anggriani dkk., Tugas Kuliah Pengantar Sistem Terdistribusi, 2008. ( Tanggal akses 23-4-2013 )
5. Adang Suhendra, Sistem File Terdistribusi, http://staffsite.gunadarma.ac.id/adang/index.php?stateid=download&id=4855&part=files ( Tanggal akses 23-4-2013 )

Rabu, 10 April 2013

Agent pada Sistem Terdistribusi

Tugas kali ini adalah menjelaskan Agen pada Sistem Terdistribusi, bagian ini adalah bagian ke-dua lanjutan dari bagian pertama yang di buat oleh Boby Dwi Cahyo.

berikut penjelasan bagian ke-dua ini.

Didapat dari point-point diatas Caglayan mendefinisikan software agent sebagai:

Suatu entitas software komputer yang memungkinkan user (pengguna) untuk mendelegasikan tugas kepadanya secara mandiri (autonomously).

Kemudian beberapa peneliti lain menambahkan satu point lagi, yaitu bahwa agent harus bisa berjalan dalam kerangka lingkungan jaringan (network environment). Definisi agent dari para peneliti lain pada hakekatnya adalah senada, meskipun ada yang menambahkan atribut dan karakteristik agent ke dalam definisinya.

2.2. Karakteristik dan Atribut Software Agent

Untuk memperdalam pemahaman tentang software agent, fungsi, peran, dan perbedaan mendasar dikaitkan software program yang ada, berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa atribute dan karakteristik yang dimiliki oleh software agent. Tentu tidak semua karakteristik dan atribut terangkum dalam satu agent. Pada hakekatnya daftar karakteristik dan atribut dibawah adalah merupakan hasil survey dari karakteristik yang dimiliki oleh agent-agent yang ada pada saat ini.

1. Autonomy: Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam. Dan satu hal penting lagi yang mendukung autonomy adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agent.

2. Intelligence, Reasoning, dan Learning: Setiap agent harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.

3. Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.

4. Delegation: Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agent.

5. Reactivity: Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb.

6. Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

7. Communication and Coordination Capability: Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas, perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim Finin dan Yannis Labrou adalah peneliti software agent yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan protokol komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah Knowledge Query and Manipulation Language (KQML). Kemudian masih berhubungan dengan ini komunikasi antar agent adalah Knowledge Interchange Format (KIF).

lanjutan dari materi ini dapat di lihat di
bagian ke-tiga, oleh Damar Sekarjaya
ke-empat, Elvin Eka Aprilian
ke-lima, Hadi Saputra
ke-enam, Irham Hidayat

Sumber :
http://deris.unsri.ac.id/materi/sist_terd/Overview.pdf (tanggal akses 10 april 2013)

Minggu, 07 April 2013

Pengujian Traceroute di CMD

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.
Berikut adalah percobaan yang saya lakukan, menggunakan modem dengan koneksi internet Flexi dan saya akan melakukan traceroute ke alamat www.kaskus.co.id, pertama-tama buka CMD pada windows lalu ketikkan tracert nama_domain, dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.
Langkah berikutnya yaitu, mencari identitas atau informasi dari masing-masing ip yang tampil di gambar cmd diatas. Disini saya menggunakan website http://whatismyipaddress.com untuk mengetahui informasi dari IP yang muncul saat di traceroute. Untuk urutan pertama belum terkoneksi atau Request timed out, sedangkan untuk urutan ke 2,3 dan ke 4 yaitu untuk IP 172.17.58.141 & 172.17.58.154 & 192.168.232.21 merupakan private ip address.
urutan ke 5, dengan IP address  218.100.27.129 dapat dilihat ip informationnya.
urutan ke 6, dengan IP address 218.100.36.36


urutan ke 7, dengan IP address 210.210.161.177


urutan ke 8, dengan IP address 210.210.161.8


urutan ke 9, dengan IP address 202.158.17.149

Untuk membandingkan hasil tracert ke www.kaskus.co.id menggunakan koneksi internet yang lain dapat di lihat pada link berikut :
http://hadisaputra3.blogspot.com/2013/04/pengujian-traceroute-di-cmd-tracert.html (menggunakan modem dengan operator axis)
http://technotsuck.blogspot.com/2013/04/where-is-route-to-kaskuscoid-from-xl-isp.html (menggunakan modem dengan operator XL)
http://iierham.blogspot.com/2013/04/pengujian-traceroute-di-cmd.html (menggunakan speedy)

Selasa, 19 Maret 2013

Sistem Terdistribusi : Object Interface

Sistem komputer terdistribusi adalah sebuah sistem yang memungkinkan aplikasi komputer beroperasi secara terintegrasi pada lebih dari satu lingkungan yang terpisah secara fisis. Ciri khas sistem komputer terdistribusi adalah heterogenitas dalam berbagai hal: perangkat keras, sistem operasi, dan bahasa pemrograman. Adalah tidak mungkin untuk mengembangkan sistem terdistribusi yang homogen secara paksaan, karena secara alamiah sistem komputer terdistribusi tumbuh dari lingkungan yang heterogen. Kata kunci dalam menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul adalah interoperabilitas (interoperability).
Interoperabilitas adalah kemampuan saling bekerjasama antar sistem komputer. Dalam konteks sistem komputer terdistribusi, meskipun komponen-komponen aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman yang berbeda, menggunakan development tools yang berbeda, dan beroperasi di lingkungan yang beragam, mereka tetap harus dapat saling bekerjasama.
Interoperabilitas perangkat lunak menuntut homogenitas pada suatu level tertentu. Untuk itu diperlukan semacam 'standarisasi'. Berawal dari keperluan ini lahirlah CORBA (Common Object Request Broker Architecture). CORBA adalah hasil 'kesepakatan' antara sejumlah vendor dan pengembang perangkat lunak terkenal seperti IBM, Hewlett-Packard, dan DEC, yang tergabung dalam sebuah konsorsium bernama OMG (Object Management Group). 

CORBA
CORBA adalah sebuah arsitektur software yang berbasis pada teknologi berorientasi obyek atau Object Oriented (OO) dengan paradigma client-server. Dalam terminologi OO, sebuah obyek berkomunikasi dengan obyek lain dengan cara pengiriman pesan (message passing). Konteks komunikasi ini kemudian dipetakan ke dalam model client-server: satu obyek berperan sebagai client (si pengirim pesan) dan yang lain bertindak sebagai server (yang menerima pesan dan memroses pesan yang bersangkutan). CORBA di buat oleh OMG, suatu organisasi yang mengurusi teknologi berbasis obyek.
CORBA dikatakan merupakan standar sistem terdistribusi (distributed sistem standard) karena dengan menggunakan CORBA, sistem secara keseluruhan dapat saling terhubung dan berkomunikasi antar platform (sistem operasi dan hardware) yang berbeda. CORBA juga dikatakan sebagai open system karena teknologi CORBA merupakan suatu standar yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menerapkannya. Dengan CORBA kita dapat membangun aplikasi yang dapat saling berkomunikasi walau satu sama lain menggunakan bahasa pemrograman dan platform yang berbeda.
CORBA memiliki Interface Definition Interface yang mendukung mapping ke suatu bahasa pemrograman tertentu. CORBA juga menyediakan API (Application Programming Interface) untuk berkomunikasi antar obyek secara remote. Bahasa pemrograman yang didukung oleh CORBA adalah Java, C++, VB, Delphi, Pearl, dan Python.

Sumber
http://www.komputasi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1080002265 (tanggal akses 19 maret 2013) 
http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/sister5.pdf  (tanggal akses 19 maret 2013)
http://puteranasirin.students-blog.undip.ac.id/files/2010/11/ProgJar-modul-13-CORBA.pdf (tanggal akses 19 maret 2013)

Jumat, 08 Maret 2013

Definisi dan Contoh Sistem Terdistribusi

Pengertian Sistem Terdistribusi
  • sebuah sistem dimana komponen hardware atau software-nya terletak dalam suatu jaringan komputer dan saling berkomunikasi dan berkoordinasi mengunakan message pasing.
  • sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan dua atau lebih komputer dan memiliki koordinasi proses melalui pertukaran pesan synchronous atau asynchronous.
  • kumpulan komputer independent yang tampak oleh user sebagai satu sistem komputer.
  • kumpulan komputer autonom yang dihubungkan oleh jaringan dengan software yang dirancang untuk menghasilkan fasilitas komputasi terintegrasi.
Dari bebarapa pengertian diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem terdistribusi adalah sebuah sitem yang terdiri dari kumpulan autonomous computers yang terhubung melalui sistem jaringan computer dan dilengkapi dengan system software tedistribusi untuk membentuk fasilitas computer terintegrasi. Sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berkomunikasi dan melakukan koordinasi hanya dengan pengiriman pesan (message passing) secara synchronous atau asynchronous.

Contoh Sistem Terdistribusi :

1. Internet.

Sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

2. Intranet.

Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan WARNET pun dapat di kategorikan Intranet.

3. Mobile Computing.

Kemampuan teknologi untuk menghadapi perpindahan/pergerakan manusia dalam penggunaan komputer secara praktis. Dari pengertian ini kita dapat menyimpulkan bahwa Mobile computing saat ini memang sangat dibutuhkan, mengingat kebutuhan penggunaan komputer saat ini pun sangat tinggi, sehingga penggunaan Mobile Computing dapat memudahkan para pemakai komputer dalam melakukan segala aktifitasnya dengan menggunakan komputer.

4. Contoh lainnya:
- Sistem telepon (ISDN, PSTN).
- Manajemen jaringan: Administrasi sesumber jaringan.
- Network File System (NFS): Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui jaringan.
- WWW : Arsitektur client server yang diterapkan dalaminfrastruktur internet.

Sumber :